Baturaden terletak di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut. Lokasi obyek wisata andalan di Kabupaten Banyumas ini berjarak sekitar 14 km arah utara Kota Purwokerto. Sejak tahun 1928, Baturaden dikenal sebagai obyek wisata pegunungan. Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan udara pegunungan yang sejuk dengan suhu antara 18°-25°C. Dalam kondisi cuaca yang bagus dan cerah, pemandangan Kota Purwokerto, Nusakambangan, dan Pantai Cilacap dapat terlihat dengan jelas dari Puncak Baturaden. Tempat wisata ini juga menawarkan panorama nan indah, di antaranya: Curug Gede, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Telaga Sunyi, Taman Kaloka Widyamandala, dan Taman Botani.
Ada dua versi sejarah Baturaden. Versi Syekh Maulana Maghribi dan versi Adipati Kutaliman. Versi yang terakhir inilah yang banyak dijumpai. Dalam versi ini, cerita Baturaden terkait dengan kisah cinta antara putri Adipati Kutaliman atau ada yang menyebut Adipati Pangembrongan dengan pembantunya yang menjaga kuda.
Alkisah Adipati Kutaliman mempunyai putri yang amat cantik. Tak heran jika banyak bangsawan meminangnya. Namun Sang Putri selalu menolak pinangan itu. Usut punya usut terrnyata Sang Putri telah menjalin cinta dengan seorang Gamel (tukang memelihara kuda) kadipaten. Mengetahui hal itu, Adipati marah besar hingga keduanya diusir dari kadipaten. Dalam pengembaraannya Sang Putri dan Gamel masuk keluar hutan hingga akhirnya menetap di lereng Gunung Slamet. Tempat tersebut kemudian diberi nama Baturaden. Berasal dari kata batur (pembantu/bawahan) dan raden (golongan bangsawan).