Agustus 12, 2008 oleh susvie
Menurut dosen saya Pak Dharmono sewaktu kuliah Pengantar Ilmu Sejarah, ada dua versi yang menjelaskan mengenai asal muasal istilah Betawi. Versi pertama menyebutkan bahwa nama Betawi berasal dari pelesetan nama Batavia. Nama tersebut berasal dari nama yang diberikan oleh J.P Coen untuk kota yang harus dibangunnya pada awal kekuasaan VOC di Jakarta. Kota Batavia yang dibangun Coen itu sekarang disebut Kota atau Kota Lama Jakarta. Karena asing bagi masyarakat pribumi dengan kata Batavia, maka sering dibaca dengan Betawi.
Versi kedua menyebutkan bahwa nama Betawi mempunyai sastra lisan yang berawal dari peristiwa sejarah yang bermula dari penyerangan Sultan Agung (Mataram) ke Kota berbenteng , Batavia. Karena dikepung berhari – hari dan sudah kehabisan amunisi, maka para serdadu J.P. Coen terpaksa membuat peluru meriam dari kotoran manusia. Kotoran manusia yang ditembakkan ke pasukan Mataram itu mendatangkan bau yang tidak sedap, secara spontan pasukan Mataram yang umumnya adalah orang Jawa berlarian menghindar sambil berteriak, “mambet tai!….., mambet tai!”. Kemudian dalam percakapan sehari – hari sering disebut Kota Batavia dengan kota mambet tai (bau tai) dan selanjutnya berubah dengan sebutan Betawi.
Ditulis dalam Sejarah | Bertanda Cerita | Leave a Comment »
Agustus 11, 2008 oleh susvie
Pada suatu kesempatan, ketika penulis bersama seorang rekan kerja harus ke Kendari karena melaksanakan tugas, datanglah sebuah pesan singkat dari seorang rekan kerja lainnya yang mengatakan bahwa penulis harus hati-hati karena di Kendari sedang terjadi kerusuhan rasial dengan motif anti-Cina. Pesan tersebut tentunya dikirim dengan semangat untuk menggoda. Dengan kata lain bukan sebuah pesan dengan maksud serius dan bersungguh-sungguh (kecuali cara jalan ”beliau” yang pasti ”bersungguh-sungguh”) karena adanya fakta antropologis bahwa secara rasial penulis memang bukan berasal dari ras tersebut. Juga sama tidak seriusnya ketika dikatakan oleh beliau bahwa baru kali ini ada PNS yang Cina.
Di luar pandangan rekan yang sangat ”rasialis” tersebut, yang penulis yakin bukan merupakan pendapat dari dalam lubuk hati karena kebaikan dan ketulusan hati yang bersangkutan, ada sebuah fenomena gunung es mengenai prasangka di Indonesia. Bahkan tidak hanya bersifat rasial tapi juga etnik dan agama. Berbagai kasus kerusuhan di Indonesia dengan motif di atas bisa disebut sebagai titik akumulasi dari fenomena gunung es tersebut. Bagi negara seperti Indonesia yang terdiri dari banyak etnik tentunya prasangka di atas merupakan sebuah bom waktu yang akan mengancam kesatuan bernegara dan berbangsa.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Agustus 11, 2008 oleh susvie

Seperti biasa selesai senam jumat pagi, Pak Kapus P4TK CESS tampil memberikan sedikit wejangan kepada peserta senam. Saat itu beliau bercerita tentang cerita dari mantan dirjen PMPTK Pak Indra yang menyampaikan tentang pentingnya olahraga. Pak Indra yang meski selalu sibuk tetap menyempatkan untuk bulutangkis, tenis, dan yudo.
Menurut Pak Indra, olahraga dapat membuat otak lebih segar dan hal itu akan mempengaruhinya dalam menciptakan ide-ide yang kreatif. Sehingga tidak saja dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tetapi otak juga sehat dan tambah semangat. Selain itu olahraga juga memupuk rasa solidaritas yang tinggi antar sesama. Hal itu sangat penting terutama bagi para pejabat.
Oleh karena itu Pak Kapus lantas mengajak semua karyawan untuk minimal berolahraga mengikuti senam setiap Jumat pagi agar mampu menciptakan sehat jasmani, sehat sosial dan kreatif. Memang benar nasihat di atas, tetapi kalau sudah olahraga tetap masih tidak kreatif? Wah.. Itu sih kelainan kali..! Yang jelas, dalam tubuh yang sehat terdapat otot yang kuat. Lho!!?
Ditulis dalam Pojok P4TKIPS | Bertanda sastra | Leave a Comment »
Agustus 11, 2008 oleh susvie
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »